Simposium Nasional Akuntansi (SNA) merupakan wadah bergengsi ekslusif bagi para peneliti, pendidik, dan mahasiswa, maupun praktisi dari seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil riset terbaiknya di bidang akuntansi. SNA merupakan program kerja dari Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd) yang digelar setiap tahun. Penyelenggaraan SNA dumulai sejak tahun 1997 yang dilaksanakan di Yogyakarta, dan pada tahun-tahun selanjutnya diselenggarakan secara bergantian oleh Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Simposium ini untuk memajukan kualitas pendidikan akuntansi di Indonesia. Untuk SNA XV tahun 2012 mendatang, akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin yaitu di Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat.Penyelenggaraan SNA XV yang akan diadakan di Banjarmasin merupakan kota ke dua di Pulau Kalimtantan setelah Kota Pontianak menyelenggarakan SNA XI tahun 2008. Dengan ditunjuknya Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat sebagai tuan rumah SNA XV akan membawa efek yang sangat positif tidak hanya bagi Universitas Lambung Mangkurat, tetapi juga masyarakat Kota Banjarmasin, bisnis dan pemerintah Kota Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya. Paling tidak, simposium ini akan memberikan kesempatan bagi masyarakat kota Banjarmasin khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk menunjukkan kepedulian terhadap dunia penelitian ilmiah yang selama ini masih dianggap kurang partisipatif. Manfaat lainnya adalah terjadinya komunikasi bisnis, ilmiah, dan budaya secara nasional dan internasional yang tentunya berdampak ekonomi bagi masyarakat Kota Banjarmasin pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Perhelatan ilmiah ini tergolong akbar karena diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 500 orang dari kalangan masyarakat ilmiah dan praktisi bisnis dari seluruh Indonesia dan juga diharapkan dari mancanegara. Mereka akan mempresentasikan hasil riset akuntansi yang meliputi bidang kajian mencakup akuntansi sektor publik yang meliputi kajian tentang Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Sistem Informasi dan Auditing dan Good Governance, akuntansi keuangan yang meliputi kajian tentang Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal, Akuntansi Manajemen dan Keperilakuan, Sistem Informasi, Auditing dan Etika Profesi, Perpajakan, Pendidikan Akuntansi, Akuntansi Syariah dan Corporate Governance dan bidang vokasi. Presentasi paper ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori nasional dalam bahasa Indonesia dan kategori Internasional dalam bahasa Inggris. Khusus kategori Kelas Internasional dimaksudkan untuk menampilkan wajah riset akuntansi Indonesia di pentas internasional. Berdasarkan hal tersebut, maka SNA XV ini, selain memaparkan hasil riset akuntansi, juga melakukan diskusi panel untuk menampilkan tiga pembicara yang mewakili Kantor Akuntan dan pendidik, dengan fokus pada telaah kritis atas tema yang akan diangkat dalam SNA ini.
SNA yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin ini merupakan SNA XV sebagai merupakan kegiatan ilmiah untuk menyajikan makalah hasil-hasil penelitian di bidang akuntansi keuangan dan pasar modal, akuntansi manajemen dan keperilakuan, sistem informasi dan pengauditan, perpajakan, akuntansi sektor publik, dan akuntansi syariah serta bidang vokasi, yang dilakukan oleh praktisi, peneliti, pendidik dan mahasiswa di seluruh Indonesia dan negara lain serta diskusi panel dengan tema :
Fraud & Forensik : Peran Akuntan Dalam Pemberantasan Korupsi
Tema ini diangkat, dengan alasan :
Seperti kita ketahui bahwa korupsi sekarang sedang menggerogoti segala aspek kehidupan bangsa Indonesia, hampir setiap hari kita baca dan kita dengar. Ini membuktikan bahwa praktik korupsi di Indonesia sudah semakin parah. Usaha-usaha untuk memberantas korupsi telah dilakukan, seperti pembuatan Undang-Undang No. 3 Tahun 1971 (sekarang Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) dengan peraturan pelaksanaannya, peraturan disiplin pegawai dan sumpah jabatan, semua itu belum menunjukkan hasil yang maksimal bahkan korupsi semakin meningkat dan bahkan makin tersistem. Adanya perangkat pengawas keuangan seperti BPK, BPKP, dan berbagai tingkat Inspektorat sektoral dan lintas sektoral serta kantor akuntan publik yang dapat diminta untuk melaksanakan audit jika dirasakan ada indikasi tindak pidana korupsi bahkan KPK seakan tidak berdaya untuk mengurangi korupsi.
Salah satu upaya untuk memerangi kasus korupsi adalah dengan forensic accountant (fraud auditor), karena secara efektif dapat membantu menemukan penyimpangan keuangan untuk dapat dituntut di peradilan sebagai tindak pidana. Dengan demikian, dapat diharapkan terciptanya sistem pengelolaan yang lebih baik. Disinilah akuntan dapat berperan untuk memerangi KKN dalam rangka menciptakan good governance.
Selain itu, topik dimaksud dinilai cukup relevan dengan adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD dengan BPK dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik sebagai upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme se Kalimantan Selatan.
Perhelatan ilmiah ini tergolong akbar karena diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 500 orang dari kalangan masyarakat ilmiah dan praktisi bisnis dari seluruh Indonesia dan juga diharapkan dari mancanegara. Mereka akan mempresentasikan hasil riset akuntansi yang meliputi bidang kajian mencakup akuntansi sektor publik yang meliputi kajian tentang Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Sistem Informasi dan Auditing dan Good Governance, akuntansi keuangan yang meliputi kajian tentang Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal, Akuntansi Manajemen dan Keperilakuan, Sistem Informasi, Auditing dan Etika Profesi, Perpajakan, Pendidikan Akuntansi, Akuntansi Syariah dan Corporate Governance dan bidang vokasi. Presentasi paper ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori nasional dalam bahasa Indonesia dan kategori Internasional dalam bahasa Inggris. Khusus kategori Kelas Internasional dimaksudkan untuk menampilkan wajah riset akuntansi Indonesia di pentas internasional. Berdasarkan hal tersebut, maka SNA XV ini, selain memaparkan hasil riset akuntansi, juga melakukan diskusi panel untuk menampilkan tiga pembicara yang mewakili Kantor Akuntan dan pendidik, dengan fokus pada telaah kritis atas tema yang akan diangkat dalam SNA ini.
SNA yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin ini merupakan SNA XV sebagai merupakan kegiatan ilmiah untuk menyajikan makalah hasil-hasil penelitian di bidang akuntansi keuangan dan pasar modal, akuntansi manajemen dan keperilakuan, sistem informasi dan pengauditan, perpajakan, akuntansi sektor publik, dan akuntansi syariah serta bidang vokasi, yang dilakukan oleh praktisi, peneliti, pendidik dan mahasiswa di seluruh Indonesia dan negara lain serta diskusi panel dengan tema :
Fraud & Forensik : Peran Akuntan Dalam Pemberantasan Korupsi
Tema ini diangkat, dengan alasan :
Seperti kita ketahui bahwa korupsi sekarang sedang menggerogoti segala aspek kehidupan bangsa Indonesia, hampir setiap hari kita baca dan kita dengar. Ini membuktikan bahwa praktik korupsi di Indonesia sudah semakin parah. Usaha-usaha untuk memberantas korupsi telah dilakukan, seperti pembuatan Undang-Undang No. 3 Tahun 1971 (sekarang Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) dengan peraturan pelaksanaannya, peraturan disiplin pegawai dan sumpah jabatan, semua itu belum menunjukkan hasil yang maksimal bahkan korupsi semakin meningkat dan bahkan makin tersistem. Adanya perangkat pengawas keuangan seperti BPK, BPKP, dan berbagai tingkat Inspektorat sektoral dan lintas sektoral serta kantor akuntan publik yang dapat diminta untuk melaksanakan audit jika dirasakan ada indikasi tindak pidana korupsi bahkan KPK seakan tidak berdaya untuk mengurangi korupsi.
Salah satu upaya untuk memerangi kasus korupsi adalah dengan forensic accountant (fraud auditor), karena secara efektif dapat membantu menemukan penyimpangan keuangan untuk dapat dituntut di peradilan sebagai tindak pidana. Dengan demikian, dapat diharapkan terciptanya sistem pengelolaan yang lebih baik. Disinilah akuntan dapat berperan untuk memerangi KKN dalam rangka menciptakan good governance.
Selain itu, topik dimaksud dinilai cukup relevan dengan adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD dengan BPK dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik sebagai upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme se Kalimantan Selatan.
- Memberikan wadah komunikasi ilmiah untuk memaparkan hasil penelitian (studi empiris) akuntansi dalam suatu forum ilmiah.
- Mengembangkan wawasan dan menambah khasanah disiplin ilmu akuntansi.
- Mengembangkan minat pendidik, mahasiswa dan praktisi untuk melakukan penelitian dalam bidang akuntansi.
- Mengembangkan minat dosen dan mahasiswa untuk menulis kajian teoritis atau penelitian empiris atas perkembangan teori dan praktik akuntansi.
- Mendorong perkembangan kualitas penelitian akuntansi Indonesia.
- Memperoleh masukan dalam perbaikan materi dan proses pengajaran akuntansi dalam berbagai jenjang pendidikan, khususnya mengenai audit.
No comments:
Post a Comment